banner 720x220
News  

Jurnalis Ciamis Gelar Doa Bersama untuk Lima Rekan yang Hilang di Anak Krakatau

Doa dan Dzikir jurnalis di Ciamis untuk wartawan yang hilang saat liputan erupsi anak gunung Krakatau. (Dok, foto. Istimewa)
Doa dan Dzikir jurnalis di Ciamis untuk wartawan yang hilang saat liputan erupsi anak gunung Krakatau. (Dok, foto. Istimewa)

Ia juga menyebut operasi pencarian dan pertolongan (SAR) menjadi perhatian para jurnalis di daerah.

“Saya tadi sore kontak teman jurnalis di Banten, menanyakan kabar terakhir. Hari ini akan ditutup operasi SAR-nya sampai 10 hari. Sampai saat ini tidak ada menemukan jejak mereka,” katanya.

Ia kemudian meminta seluruh jurnalis yang hadir mendoakan agar kelima rekannya segera ditemukan.

“Saya harap kawan-kawan yang ada di sini mohon doanya agar segera bisa ditemukan,” ucap Adeng.

Setelah penyampaian tersebut, peserta kembali mengheningkan cipta untuk lima jurnalis yang masih dalam pencarian.

MUI Ciamis Pimpin Doa dan Dzikir

Rangkaian acara berlanjut dengan doa dan dzikir bersama yang dipimpin Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Ciamis, Drs. KH. Saeful Ujun.

Dalam tausiyah singkatnya, Saeful mengingatkan bahwa tidak ada manusia yang menginginkan musibah.

Menurut dia, lima jurnalis tersebut sedang menjalankan tugas untuk meliput aktivitas Anak Gunung Krakatau sekaligus mencari nafkah bagi keluarganya.

“Tidak ada orang yang ingin kena musibah. Mereka sedang berjuang meliput Anak Krakatau, berjuang mencari nafkah untuk anak dan istrinya,” kata Saeful.

Karena itu, ia mengajak seluruh peserta memanjatkan doa agar kelima jurnalis tersebut dapat kembali kepada keluarganya dalam keadaan hidup.

“Kita berdoa mudah-mudahan mereka berlima bisa kembali dalam keadaan hidup. Allah Maha Kuasa mengembalikan mereka kepada keluarganya. Sampai hari ini belum ada berita mereka ditemukan,” ujarnya.

Saeful juga mengajak para jurnalis menjadikan peristiwa tersebut sebagai momentum untuk bermuhasabah.

Ia mengatakan musibah, ujian, dan kematian merupakan bagian dari kehidupan yang berada dalam ketentuan Allah SWT.

“Dengan kejadian ini untuk kita muhasabah bahwa suatu saat kita akan mengalami musibah, kematian, ujian dari Allah SWT,” katanya.

Para peserta kemudian mengikuti lantunan dzikir dan doa. Mereka berharap pencarian membuahkan hasil dan kelima jurnalis dapat kembali dengan selamat.

Suasana semakin khidmat ketika seluruh jurnalis bersama-sama melantunkan salawat.

Seratus Lilin Dinyalakan

Setelah doa dan dzikir, peserta menyalakan 100 lilin yang telah disiapkan di kawasan Alun-alun Ciamis.

Penyalaan lilin menjadi simbol harapan dan solidaritas bagi lima jurnalis yang masih dalam pencarian.

Para peserta berdiri dalam suasana hening sambil membawa lilin dan foto sebagai pengingat terhadap rekan seprofesi mereka.

Prosesi itu diiringi pembacaan puisi “Balada 5 Jurnalis”.

Puisi tersebut menggambarkan harapan rekan-rekan jurnalis agar kelima orang yang hilang dapat segera ditemukan dan kembali berkumpul dengan keluarga.

Setelah pembacaan puisi, kegiatan ditutup dengan musafahah, atau saling berjabat tangan, di antara para peserta.

Doa bersama tersebut menjadi bentuk dukungan dari komunitas jurnalis Ciamis sembari menunggu kabar terbaru mengenai pencarian M. Bagus Khoirunnas, Arie Basuki, Yudistiro Pranoto, Firman Daus, dan Donal Husni.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *