Guna menyelaraskan langkah, Andang mendorong formasi ideal di tingkat kecamatan yang melibatkan perwakilan dari setiap desa ditambah satu orang ketua.
Struktur ini diharapkan mampu menciptakan jangkauan informasi yang lebih luas dan presisi.
Dari Isu Lokal Hingga Penanganan Stunting
Menariknya, Andang menginstruksikan para anggota untuk tidak terlalu terbebani oleh isu-isu makro yang luas.
Ia justru meminta FKDM untuk fokus pada persoalan di depan mata, termasuk masalah kesehatan masyarakat seperti stunting.
”Jangan dulu berpikir terlalu jauh. Fokus saja pada persoalan di sekitar kita. Dari situ kita bisa memetakan kekurangan dan segera mencari solusi konkret,” imbuhnya.
Lebih lanjut, stabilitas daerah tidak mungkin tercapai tanpa kolaborasi lintas sektor.
Andang mewajibkan adanya sinergi ketat antara FKDM, pemerintah kecamatan, TNI, hingga Polri dalam mengelola arus informasi.
Alur informasi yang terstruktur menjadi syarat mutlak.
Setiap data dari lapangan harus tersampaikan secara berkala kepada pemerintah daerah agar kebijakan yang diambil tetap sasaran.
Dengan memperkuat fondasi kewaspadaan hingga level akar rumput, Pemkab Ciamis optimistis stabilitas daerah akan tetap terjaga.
Kondisi yang kondusif ini diyakini menjadi modal utama dalam memacu percepatan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Bumi Galuh.














