Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menyoroti bahwa kebijakan fiskal pemerintah yang belum sepenuhnya solid membuat investor semakin waspada.
“APBN yang defisit, kebijakan yang tidak jelas, dan isu korupsi yang merusak kepercayaan pasar, semuanya turut menekan IHSG,” ungkapnya.
DPR dan Pemerintah Siapkan Langkah Pemulihan
Melihat kondisi pasar yang bergejolak, DPR dan pemerintah berjanji akan segera mengambil langkah-langkah pemulihan. Selain menteri keuangan Sri Mulyani, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, bersama Komisi XI, telah melakukan kunjungan ke BEI untuk menenangkan pasar dan memastikan intervensi pemerintah dalam mengatasi ketidakstabilan ini.
“Kami hadir di BEI untuk memberikan dukungan moral kepada pelaku pasar. DPR akan bekerja sama dengan pemerintah dalam merumuskan strategi pemulihan ekonomi secepat mungkin,” kata Dasco.
Ketua Komisi XI DPR Misbakhun juga menegaskan bahwa pemerintah akan memberikan dukungan penuh bagi pasar modal agar kepercayaan investor kembali pulih.
“Kita ingin menciptakan respons positif agar tidak ada kepanikan di pasar saham. Negara hadir untuk menjaga stabilitas,” ujarnya.
Menanti Arah Kebijakan Pemerintah
Dengan tekanan yang masih tinggi di pasar keuangan, investor kini menanti langkah konkret pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi. Keputusan fiskal, kebijakan moneter, serta upaya meredam sentimen negatif akan sangat menentukan arah IHSG ke depan.
Kejatuhan indeks yang terjadi saat ini bukan yang pertama, tetapi pertanyaannya, seberapa cepat pemerintah bisa mengembalikan kepercayaan pasar?














