Salah: Warga Jakarta Gelar Halal Bi Halal di Monas.
Benar: Warga Jakarta Gelar Halalbihalal di Monas.
2. Penulisan dalam Tubuh Berita
Gunakan huruf kecil jika berada di tengah kalimat.
”Dalam sambutannya di acara halalbihalal pagi tadi, Gubernur menekankan pentingnya menjaga kerukunan antarwarga…”
3. Surat Undangan atau Poster
Hindari penggunaan tanda hubung (-). Penggunaan tanda hubung hanya akan membuat desain visual Anda terlihat kuno dan tidak sesuai kaidah terbaru.
Gaya Modern: “Undangan Halalbihalal Keluarga Besar…”
Mengapa “Halalbihalal” Itu Unik?
Menariknya, istilah ini juga sebenarnya tidak dikenal di Arab Saudi maupun negara Timur Tengah lainnya.
Ini adalah produk orisinal budaya Indonesia sebuah kreasi linguistik yang lahir dari kebutuhan politik dan sosial di masa Bung Karno untuk mendamaikan elit politik saat itu.
Karena ini adalah “kekayaan” bahasa kita, maka memperlakukan penulisannya dengan benar adalah bentuk penghormatan terhadap identitas budaya itu sendiri.
Jika Anda ragu, ingatlah rumus sederhana ini: Satukan cintanya, satukan katanya. Tidak perlu ada jarak (spasi) atau pembatas (tanda hubung) di antara halal dan halal.
Jadi, sudah siap merevisi draf undangan atau artikel Anda? Pastikan halalbihalal sudah tertulis dengan benar sebelum tombol send atau publish diklik!














