Dari sisi operasional, pilot drone akan dipekerjakan sebagai tenaga harian. Dengan luas sawah mencapai 230 hektare, penyemprotan menggunakan drone hanya membutuhkan waktu sekitar 10–12 menit per hektare. Penyemprotan ini dilakukan secara berkala setiap dua minggu dan diberikan secara merata, bahkan kepada petani yang belum beralih ke pupuk organik.
Drone Canggih DJI Agras T40
Instruktur pilot drone dari PT Smart Tech Solution International, Putra Mustofa, menjelaskan bahwa perusahaannya adalah distributor eksklusif DJI Agriculture di Indonesia. Drone yang digunakan, DJI Agras T40, memiliki spesifikasi mumpuni untuk sektor pertanian.
“T40 ini bisa mengangkut 40 liter cairan dalam sekali terbang. Waktu terbangnya sekitar 7,5 menit untuk satu kali penyemprotan,” jelasnya.
Dengan kapasitas tersebut, drone ini mampu menyemprot hingga 2 hektare dalam satu kali penerbangan, tergantung kondisi lapangan.
Sebagai bagian dari implementasi teknologi ini, pelatihan pilot drone telah berlangsung selama tiga hari dengan empat peserta. Selanjutnya, mereka akan melanjutkan pelatihan mandiri dengan pemantauan dari PT Smart Tech Solution International.
Masa Depan Pertanian Jatiluwih
Meskipun masih ada biaya operasional seperti pengisian baterai dan pembelian pupuk, kehadiran drone ini dipandang sebagai langkah besar menuju pertanian yang lebih modern dan berkelanjutan. Dengan teknologi canggih dan dukungan dari berbagai pihak, Jatiluwih selangkah lebih maju dalam mewujudkan pertanian organik sepenuhnya.
Inovasi ini bukan hanya memudahkan petani, tetapi juga menjaga keindahan dan kelestarian Jatiluwih sebagai salah satu warisan budaya dunia yang diakui UNESCO.















Respon (1)