Pada hari yang sama, capaian lain datang dari sektor pelayanan administrasi kependudukan.
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Ciamis meraih Peringkat II Adminduk PRIMA Tahun 2026 tingkat Jawa Barat.
Penghargaan tersebut diberikan di Aula Kujang Twin Tower BPSDM Jawa Barat, Jalan Kolonel Masturi No. 11 KM 3.5, Cipageran, Kota Cimahi, Kamis (24/9/2026).
Berdasarkan daftar penerima dalam surat Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Jawa Barat Nomor 931/KPG.03.06/DISDUKCAPIL tanggal 9 September 2026, Ciamis menempati peringkat kedua untuk kategori kabupaten/kota dengan tingkat kepadatan penduduk kurang dari 1.000 jiwa per kilometer persegi.
Pada kategori tersebut, Kabupaten Garut berada di peringkat pertama, Kabupaten Ciamis di posisi kedua, dan Kabupaten Subang menempati posisi ketiga.
Kepala Disdukcapil Kabupaten Ciamis Yayan Muhamad Supyan mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran dalam memberikan pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat.
Menurut dia, capaian tersebut tidak boleh berhenti sebagai sebuah penghargaan, tetapi harus menjadi pemacu untuk meningkatkan kualitas layanan agar masyarakat memperoleh pelayanan yang semakin mudah, cepat, dekat dan memberikan kepastian.
Dua penghargaan itu memperlihatkan dua sisi penting dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Di satu sisi, Ciamis terus mendorong pemanfaatan teknologi untuk memperkuat tata kelola ekonomi dan keuangan. Di sisi lain, transformasi tersebut harus bermuara pada pelayanan yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Bupati Herdiat menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Ciamis, khususnya TP2DD dan Disdukcapil, yang telah bekerja melalui inovasi, kolaborasi dan peningkatan kualitas pelayanan.
“Dua penghargaan ini tentu menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Ciamis. Namun yang lebih penting, capaian ini harus menjadi motivasi untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ungkapnya.
Dua penghargaan dalam satu hari tersebut akhirnya bukan sekadar catatan prestasi. Di balik penghargaan digitalisasi terdapat upaya membangun tata kelola pemerintahan yang lebih transparan dan efisien. Sementara penghargaan administrasi kependudukan menegaskan pentingnya pelayanan publik yang hadir secara nyata dalam kehidupan masyarakat.
Bagi Ciamis, penghargaan menjadi titik evaluasi sekaligus pijakan untuk melanjutkan pembenahan. Sebab ukuran keberhasilan pemerintahan bukan hanya seberapa banyak penghargaan yang diraih, tetapi seberapa jauh inovasi, digitalisasi dan pelayanan publik mampu menghadirkan kemudahan serta manfaat bagi masyarakat. (Red )***














