Ia tidak ingin ada SPPG yang pasif dan hanya menunggu data di balik meja. Menurutnya, optimalisasi layanan sangat krusial agar cakupan penerima manfaat 3B melonjak dalam waktu singkat.
Peringatan ini bukan sekadar imbauan biasa. Nanik menegaskan bahwa pihaknya tidak segan-segan menjatuhkan sanksi bagi unit yang tidak mampu memenuhi target tersebut.
Baginya, efektivitas program adalah harga mati demi memperbaiki gizi masyarakat.
Jika sebuah SPPG gagal menjangkau kelompok prioritas di wilayahnya, maka operasionalnya akan langsung dihentikan sementara.
”Kalau penerima manfaat 3B di SPPG masih sedikit, maka SPPG akan di-suspend,” tegas Nanik.
Langkah berani ini diambil untuk memastikan seluruh pelaksana program tetap berada pada jalur yang benar, yakni menekan prevalensi stunting dan menciptakan generasi Indonesia yang lebih sehat.














