CIAMIS,Kondusif.com – Kabar duka datang dari keluarga Ukim, Ketua RT 07/RW 03, Kampung Sirnamulya, Desa Sirnajaya, Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis. Setelah hampir dua tahun berjuang melawan penyakit yang merusak jaringan kaki kirinya, Ukim meninggal dunia pada Minggu malam, 18 Oktober 2026.
Ukim mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 23.00 WIB. Kepergiannya meninggalkan duka bagi keluarga dan warga yang selama ini mengenalnya sebagai sosok ketua RT yang aktif dalam kegiatan kemasyarakatan.
Sebelumnya, kondisi kesehatan Ukim menjadi perhatian berbagai pihak.
Kisah perjuangannya melawan penyakit yang diduga berkaitan dengan tumor itu sempat diberitakan Kondusif.com pada 8 September 2026.
Melalui artikel berjudul Ukim dan Luka yang Tak Kunjung Pulih, Warga Rajadesa Berharap Ada Pertolongan.
Dalam pemberitaan tersebut, Ukim diceritakan lebih banyak terbaring di rumah karena luka serius pada kaki kirinya.
Kondisi itu membuat aktivitas sehari-harinya semakin terbatas, padahal sebelumnya ia dikenal aktif mendatangi rumah warga dan membantu masyarakat yang membutuhkan.
Penyakit tersebut terus menggerogoti jaringan di bagian kaki dan paha kirinya. Keluarga pun berupaya merawatnya di tengah kondisi yang semakin berat.
Di tengah perjuangan itu, perhatian dan bantuan mulai berdatangan dari pemerintah, lembaga sosial, serta para dermawan.
Namun, kondisi Ukim terus memburuk hingga akhirnya meninggal dunia.
Warga Gotong Royong Mengurus Pemakaman
Setelah Ukim meninggal dunia, warga sekitar bersama tokoh masyarakat segera membantu proses pemakaman.
Menurut keterangan keluarga, kondisi luka pada kaki almarhum yang telah membusuk mengeluarkan aroma tidak sedap.
Warga kemudian bergotong royong mempersiapkan pemakaman pada malam hari.
Dengan kondisi yang serba terbatas, warga bahu-membahu menyelesaikan proses tersebut hingga menjelang pagi.
Pemakaman akhirnya rampung sekitar pukul 05.00 WIB.
Kepergian Ukim menjadi kehilangan bagi warga sekitar, terutama mereka yang selama ini mengenalnya sebagai ketua RT yang aktif di lingkungan tempat tinggalnya.
Keluarga Apresiasi Perhatian Pemerintah dan Para Dermawan
Fitri (27), perwakilan keluarga almarhum, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan perhatian dan bantuan selama Ukim berjuang melawan penyakitnya.
Ia mengapresiasi kepedulian pemerintah, mulai dari tingkat kabupaten hingga pemerintah di bawahnya.














