banner 720x220
News  

Jurnalis Ciamis Gelar Doa Bersama untuk Lima Rekan yang Hilang di Anak Krakatau

Doa dan Dzikir jurnalis di Ciamis untuk wartawan yang hilang saat liputan erupsi anak gunung Krakatau. (Dok, foto. Istimewa)
Doa dan Dzikir jurnalis di Ciamis untuk wartawan yang hilang saat liputan erupsi anak gunung Krakatau. (Dok, foto. Istimewa)

CIAMIS,Kondusif.com,- Puluhan jurnalis dan rekan seprofesi berkumpul di Alun-alun Ciamis, Kamis malam, 17 September 2026. Mereka menggelar doa dan dzikir bersama untuk lima jurnalis yang hilang saat meliput aktivitas Anak Gunung Krakatau.

Kegiatan bertajuk “Doa & Dzikir Bersama Kiai untuk 5 Jurnalis” itu berlangsung mulai pukul 19.00 WIB.

Para peserta membawa lilin dan sejumlah foto sebagai simbol solidaritas sekaligus harapan agar kelima jurnalis segera ditemukan dalam keadaan selamat.

Lima jurnalis yang hingga kini belum diketahui keberadaannya adalah M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Arie Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, dan Donal Husni, jurnalis lepas.

Acara tersebut diinisiasi dan dihadiri organisasi jurnalis di Ciamis, di antaranya Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Galuh Raya, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Ciamis, Ikatan Wartawan Online (IWO), dan Ikatan Jurnalis dan Penulis Indonesia (IPJI).

Pembawa acara, Irfansyah Riza, mengatakan kegiatan itu menjadi ruang bagi para jurnalis untuk saling menguatkan di tengah ketidakpastian kabar lima rekannya.

“Solidaritas rekan-rekan kita sampai saat ini belum ada kabar. Kita berkumpul dengan perasaan yang sama, bagaimana kita bekerja sehari-hari memiliki risiko, bahkan kematian,” kata Irfansyah.

Menurut dia, para jurnalis yang hadir berharap kelima rekannya mendapat keajaiban dan dapat kembali kepada keluarga dalam kondisi sehat.

“Kami memulai harapan mereka bisa mendapatkan keajaiban, bertahan, dan kembali sehat kepada keluarganya,” ujarnya.

Kronologi Lima Jurnalis Dibacakan

Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan, kemudian peserta mengheningkan cipta.

Setelah itu, Adeng Bustomi dari Antara membacakan kronologi hilangnya lima jurnalis tersebut.

Adeng kemudian menyampaikan terima kasih kepada para jurnalis yang menyempatkan waktu untuk mengikuti doa bersama.

Ia juga mengapresiasi organisasi profesi yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Suasana berubah haru ketika Adeng menceritakan sosok M. Bagus Khoirunnas, salah satu jurnalis yang hilang. Bagus merupakan rekan satu kantor Adeng di Antara.

Adeng mengatakan Bagus sebelumnya memberi tahu bahwa dia akan meliput aktivitas Anak Gunung Krakatau.

Pada Senin dini hari, Bagus sempat mengirimkan gambar kepada rekannya sebelum berangkat menggunakan perahu untuk memotret aktivitas gunung tersebut.

“Saya tidak menyangka kawan saya, abang saya, bahkan sudah dua hari saya kontak beliau,” kata Adeng dengan suara bergetar.

Ia mengaku terus mencari kabar Bagus dan empat jurnalis lainnya.

Bahkan, ia menghubungi sejumlah jurnalis di Banten untuk memperoleh informasi terbaru mengenai proses pencarian.

“Saya sangat prihatin dengan lima sosok orang hebat, pemberani. Saya sudah belasan tahun menjadi jurnalis, belum sampai seberani mereka,” ujarnya.

Adeng mengatakan dirinya masih berusaha mendapatkan informasi mengenai keberadaan kelima jurnalis tersebut.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *