banner 720x220
News  

Krisis Air Bersih Meluas, BPBD Tasikmalaya Sudah Salurkan 100 Ribu Liter Air

BPBD Tasikmalaya menyalurkan air bersih. (Dok, foto. Istimewa)
BPBD Tasikmalaya menyalurkan air bersih. (Dok, foto. Istimewa)

Tasikmalaya,Kondusif.com,- Krisis air bersih mulai meluas di sejumlah wilayah Kabupaten Tasikmalaya seiring menguatnya musim kemarau 2026. Hingga pertengahan Juli, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya telah mendistribusikan lebih dari 100 ribu liter air bersih untuk ribuan warga yang terdampak.

Data BPBD menunjukkan, bantuan air bersih telah disalurkan kepada 3.115 kepala keluarga atau sekitar 16.869 jiwa yang tersebar di delapan kecamatan.

Diantaranya, Bojonggambir, Cineam, Pagerageung, Karangnunggal, Bojongasih, Tanjungjaya, Sukarame, dan Sukaratu.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Abdul Azis Riswandi, S.Kep., mengatakan kebutuhan air bersih terus meningkat seiring berkurangnya debit sejumlah sumber mata air akibat musim kemarau.

Menurut dia, pemerintah daerah telah mengantisipasi kondisi tersebut dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Mitigasi Dampak Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026.

Pembentukan satgas dibahas dalam rapat koordinasi yang melibatkan pemerintah daerah, instansi terkait, dunia usaha, organisasi masyarakat, hingga badan amal.

Selain memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, pemerintah juga mewaspadai dampak kekeringan terhadap sektor pertanian.

Berdasarkan data BPBD, dari total 4.948 hektare hamparan lahan pertanian di 26 kecamatan, sebanyak 2.172 hektare atau sekitar 43,9 persen telah terdampak kekeringan dengan tingkat ringan hingga sedang.

Berdasarkan Dokumen Kajian Risiko Bencana Kabupaten Tasikmalaya 2025–2029.

Terdapat 11 kecamatan dan 71 desa yang masuk kategori indeks bahaya kekeringan tinggi sehingga membutuhkan langkah mitigasi secara terpadu.

Kerusakan Lingkungan Jadi Pemicu

Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menilai krisis air bersih tidak hanya dipengaruhi musim kemarau.

Kerusakan lingkungan, alih fungsi lahan resapan air, pencemaran sumber air, perubahan iklim, terbatasnya infrastruktur penyediaan air bersih.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *