Jakarta,Kondusif.com,- Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah resmi menetapkan bahwa hari raya Idulfitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.
Keputusan yang keluar ini memberikan kepastian bagi jutaan warga yang menantikan jadwal Lebaran 2026 tanpa harus menunggu pantauan cuaca di detik-detik terakhir.
Penetapan ini bukanlah sekadar tebakan, melainkan hasil perhitungan matematis yang presisi.
Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah mengambil keputusan tersebut setelah data astronomis memastikan posisi bulan baru telah memenuhi kriteria visibilitas secara sempurna di wilayah Hail, Arab Saudi.
Mengintip Sains di Balik Kalender Global
Berbeda dengan metode tradisional, Muhammadiyah juga kini sepenuhnya menerapkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Sistem ini juga bekerja dengan mencari titik pertama di muka bumi yang berhasil menembus kriteria visibilitas bulan baru sebagai acuan bagi seluruh dunia.
Berdasarkan peta visibilitas global, wilayah Hail di Arab Saudi menjadi “kunci” tahun ini.
Dr. Kasmui, anggota Tim Pengembang Software KHGT, menjelaskan bahwa saat matahari terbenam di wilayah tersebut.
Posisi bulan sudah berada pada kondisi yang sangat ideal.
”Di koordinat Hail, parameter elongasi bulan sudah menyentuh angka 8° dengan ketinggian di atas 5°. Ini sudah jauh melampaui batas aman untuk dinyatakan sebagai bulan baru,” ungkap Dr. Kasmui dalam wawancara eksklusif pada Rabu (18/3/2026).
Satu Tanggal untuk Seluruh Dunia
Penerapan KHGT membawa misi besar: menyatukan umat Islam di seluruh dunia dalam satu penanggalan.
Karena sistem ini juga menganut prinsip kesatuan matlak (batas wilayah) global.














