CIAMIS,Kondusif.com,- Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Ciamis menggelar Forum Perangkat Daerah dan Forum Konsultasi Publik pada Senin (16/03/2026). Bertempat di OPRoom BPKD, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan menjadi momentum transformasi digital dan efisiensi anggaran di tengah tantangan fiskal daerah.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ciamis, Dr. Andang Firman, memberikan arahan menukik mengenai pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang mencapai Rp2,4 triliun.
Menurutnya, besarnya angka tersebut tidak akan berarti apa-apa jika dikelola tanpa visi yang jernih dan keberanian berinovasi.
Sentuhan AI dan Kemandirian Analisis
Dalam sambutannya yang memukau peserta, Andang menekankan pentingnya penggunaan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk mempercepat kinerja birokrasi.
Ia mencontohkan bagaimana penyusunan Naskah Akademik yang biasanya menelan biaya puluhan juta rupiah, kini bisa diefisiensikan dengan bantuan AI dan SDM internal yang mumpuni.
”Kita punya banyak lulusan S1 hingga S3. Gunakan SDM internal kita untuk menganalisis, mulai dari teori dasar hingga operasional. Manfaatkan AI berbayar untuk mempercepat prosesnya. Kita harus bergerak sebelum tenaga ahli masuk,” tegas Andang.
Ia pun mendemonstrasikan bagaimana penggunaan analisis regresi sederhana melalui AI dapat mengukur efektivitas anggaran terhadap penurunan angka kemiskinan.
“Sangat mudah. Jika korelasi (R) di atas nol, berarti berpengaruh. Setiap menyusun anggaran, tanya pada diri sendiri: Apa tujuannya? Apa benefit-nya?” tambahnya.
Sekda Ciamis, Filosofi Galuh: Efisiensi Tanpa Batas
Mengusung prinsip “Small is Beautiful”, Sekda mengajak seluruh SKPD untuk mendesain anggaran seminimal mungkin namun menghasilkan output maksimal.














