banner 720x220
News  

Wamenkomdigi Sebut Jurnalis sebagai ‘Watchdog’ Kekuasaan dan Pembela HAM

Sumber foto: Menkomdigi RI
Sumber foto: Menkomdigi RI

JAKARTA,Kondusif.com,- Di era saat ini, batas antara fakta dan persepsi kian kabur. Media sosial seringkali menjadi panggung di mana sesuatu yang salah bisa dipoles hingga tampak benar. Menanggapi fenomena ini, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, menegaskan bahwa pers yang berkualitas bukan sekadar penyampai berita, melainkan pilar utama yang menjaga peradaban dan Hak Asasi Manusia (HAM).

​Pernyataan tersebut ia sampaikan saat menghadiri peluncuran program “Media Pers dan Pembangunan Peradaban HAM” di Grand Sahid Hotel, Jakarta Pusat, Rabu (11/03/2026).

​Menghidupkan Kembali Peran ‘Watchdog’

​Nezar mengingatkan bahwa secara historis, jurnalis memiliki status terhormat sebagai human rights defenders atau pembela HAM.

Tugas mereka bukan hanya menulis, melainkan menjadi mata dan telinga bagi masyarakat untuk mengawasi jalannya kekuasaan.

​”Wartawan melaporkan pelanggaran HAM, bertindak sebagai watchdog terhadap kekuasaan, dan secara aktif mendorong advokasi bagi para korban yang hak-haknya terabaikan,” ujar Nezar dengan lugas.

​Namun, ia mengakui bahwa tantangan jaman telah berubah.

Jika dahulu media mainstream memonopoli pembentukan opini publik, kini media sosial mengambil alih sebagian besar ruang perhatian masyarakat.

​Verifikasi: Pembeda Utama di Era Media Sosial

​Menurut Nezar, meski masyarakat kini bisa menyuarakan isu HAM lewat media sosial, ada satu lubang besar yang menganga: standar verifikasi.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *