banner 720x220
News  

Pemerintah Genjot Hilirisasi Pertanian, Dorong Nilai Tambah dan Lapangan Kerja Baru

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman (BPMI Setpres)
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman (BPMI Setpres)

Jakarta,kondusif.com— Pemerintah terus memperkuat agenda hilirisasi sektor pertanian sebagai strategi besar untuk meningkatkan nilai tambah produk, memperluas lapangan kerja, dan mendorong pemerataan kesejahteraan rakyat.

Langkah ini ditegaskan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman usai menghadiri rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (9/10/2025).

Menurut Amran, Indonesia harus memastikan bahwa seluruh proses peningkatan nilai tambah produk pertanian dilakukan di dalam negeri.

“Added value-nya harus ada di Indonesia. Kalau kita lakukan terus-menerus, hasilnya luar biasa: membuka lapangan kerja, menekan angka kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan, dan mengurangi pengangguran,” tegasnya.

Hilirisasi Komoditas Kelapa

Amran menjelaskan, hilirisasi komoditas kelapa memiliki potensi ekonomi yang sangat besar.

Produk turunan dari kelapa dalam, seperti coconut milk dan virgin coconut oil (VCO), memiliki nilai jual yang jauh lebih tinggi.

“Harga VCO bisa naik hingga 100 kali lipat. Jika dihitung rata-rata, potensi yang dihasilkan mencapai Rp2.400 triliun. Bahkan kalau separuhnya saja terealisasi, bisa menghasilkan devisa sekitar Rp1.200 triliun. Dan itu baru dari kelapa,” ungkapnya optimistis.

Selain kelapa, pemerintah juga menyiapkan hilirisasi komoditas gambir. Indonesia diketahui memasok sekitar 80 persen kebutuhan gambir dunia.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *