Ciamis,kondusif.com,– Kampung Adat Kuta di Desa Karangpaninggal, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis, tak hanya dikenal karena kearifan lokal dan adatnya yang kuat. Desa ini juga memiliki potensi ekonomi besar melalui produk gula merah yang kini mulai dilirik untuk menembus pasar internasional.
Hal itu diungkapkan oleh Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, M.A., Ph.D, saat melakukan kunjungan kerja ke Kampung Adat Kuta, Sabtu (13/9/2025) malam.
Ia menyebut produksi gula merah di desa adat ini bisa menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat sekaligus memperkenalkan produk lokal ke dunia.
“Pendapatan desa ini luar biasa, menghasilkan 10 ton gula merah setiap minggu dengan harga Rp25 ribu per kilogram. Kita akan link-kan produk gula merah ini dengan pasar dunia agar masyarakat adat semakin sejahtera,” ujar Raja Juli Antoni.
Gula Merah Kampung Adat Kuta Bernilai Global
Menurut Raja Juli, gula merah dari Kuta tidak hanya memiliki kualitas rasa yang khas.
Tetapi juga lahir dari proses produksi tradisional yang ramah lingkungan.
Hal ini, kata dia, bisa menjadi nilai tambah ketika bersaing di pasar internasional yang kini makin peduli pada produk berkelanjutan.
Menteri Kehutanan menegaskan pemerintah siap membantu membuka jalur distribusi dan pasar baru.














