Prof. Erlina optimistis vaksin inhalasi membuka peluang besar bagi pengendalian TBC.
“Kalau hasil tahap awal ini baik, pendekatan inhalasi berpotensi menjadi inovasi besar untuk pengendalian TBC di tingkat nasional maupun global,” ujarnya.
Di kesempatan yang sama, dr. Benny mengungkap estimasi anggaran pemberantasan TBC.
Ia menjelaskan bahwa kebutuhan pembiayaan nasional berada pada kisaran Rp10–20 triliun.
“Program ini bukan semata soal pengobatan, karena kami juga menyiapkan dukungan sosial untuk keluarga pasien berpenghasilan rendah, termasuk perbaikan rumah dan bantuan gizi,” tuturnya.
Pemerintah menargetkan penurunan angka TBC dari 380 menjadi 65 kasus per 100 ribu penduduk.
Target ini diharapkan mendorong Indonesia mencapai standar negara maju dalam pengendalian penyakit.
BPOM Dukung Pengembangan Vaksin TBC Inhalasi
Kepala BPOM Taruna Ikrar menegaskan dukungan lembaganya terhadap pengembangan vaksin ini.
“Persetujuan uji klinis tahap pertama sudah kami keluarkan, dan BPOM akan terus mendampingi penelitian ini hingga tahap berikutnya,” ujar Taruna.
Ia menambahkan bahwa BPOM siap memproses uji fase kedua dan ketiga setelah keamanan pada fase pertama dipastikan.
“Saya melihat peluang keberhasilan cukup besar berdasarkan pengalaman saya di bidang farmakologi,” tambahnya.
Pemerintah berharap uji klinis ini menjadi langkah penting menuju target Indonesia bebas TBC pada 2030.
Sumber : Kementerian Kesehatan RI














