Dalam sarasehan yang digelar Senin itu, sekitar 100 organisasi diundang untuk mengikuti kegiatan.
Jumlah tersebut menunjukkan luasnya jaringan organisasi yang dapat dilibatkan pemerintah dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan.
Karena itu, Kesbangpol ingin menjaga komunikasi dengan organisasi agar keberadaannya tidak hanya tercatat secara administratif.
Yadi berharap ormas di Ciamis dapat mengambil bagian secara aktif dalam mendorong kemajuan daerah.
Pemerintah, kata dia, membutuhkan partisipasi organisasi masyarakat dalam berbagai bidang sesuai kapasitas masing-masing.
“Harapannya mudah-mudahan ormas yang ada di Kabupaten Ciamis ini bisa terus secara aktif berpartisipasi dalam rangka memajukan Kabupaten Ciamis yang lebih baik lagi dan lebih bersih lagi,” ujar Yadi.
Dorongan agar organisasi mengambil peran juga disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Andang Firman Triyadi.
Ia mengatakan setiap organisasi memiliki kemampuan yang dapat digunakan untuk menghasilkan karya bagi daerah.
Menurut Andang, kontribusi masyarakat juga tidak harus menunggu tersedianya modal besar.
Kemampuan dan kapasitas yang sudah dimiliki dapat menjadi titik awal untuk melakukan kegiatan yang bermanfaat.
“Bagaimana kita punya kemampuan, ya, punya kapasitas, kita gunakan sebagai karya-karya terbaik untuk membangun Ciamis, Jawa Barat, dan Indonesia,” kata Andang.
Dengan gagasan menghidupkan kembali jambore dan mengembangkan format pertemuan yang lebih cair, Kesbangpol ingin menjadikan komunikasi dengan ormas sebagai kegiatan yang berkelanjutan.
Forum tersebut juga diharapkan menjadi ruang bertukar informasi sekaligus menampung aspirasi organisasi yang tersebar di Kabupaten Ciamis.














