Ia berharap kepedulian tersebut dapat tumbuh dari lingkungan terdekat.
Dengan begitu, keberadaan anak yatim piatu, duafa, maupun lansia tidak luput dari perhatian masyarakat.
Selain itu, Nandang juga meminta doa agar kegiatan santunan yang selama ini berjalan dapat terus dipertahankan.
“Semoga menjadi manfaat untuk kita semua dan doakan kami semua istiqomah dalam kegiatan ini,” ujarnya.
Rawat Warisan Leluhur
Selain menjalankan kegiatan sosial, Nandang juga berharap masyarakat ikut menjaga nilai-nilai perjuangan para pendahulu yang memiliki peran dalam kehidupan masyarakat.
Ia mengajak berbagai pihak untuk bersama-sama membangun dan merawat peninggalan para aulia, wali, maupun leluhur yang telah memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Berharap orang-orang bisa bersama-sama untuk membangun, artinya perjuangan peninggalan para aulia atau para wali, minimalnya leluhur yang punya andil bermanfaat di muka bumi ini,” kata Nandang.
Menurutnya, kegiatan sosial yang digelar di kawasan Jambansari menjadi salah satu cara untuk meneruskan semangat tersebut.
Kegiatan itu sekaligus mempertemukan unsur masyarakat dalam kegiatan yang berorientasi pada kepedulian sosial.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Ketua Paguyuban Tayo Galuh Ciamis Ade Suryana serta Ustaz Feri Irawan.
Kolaborasi sejumlah pihak itu menjadi bagian dari upaya mempertahankan kegiatan santunan yang telah berlangsung lebih dari satu dekade di kawasan Jambansari.














