Dalam momen tertentu, jika imam keliru atau terhenti karena lupa ayat, Syekh langsung memberikan isyarat atau koreksi dengan tepat.
Kepekaan dan hafalan yang kuat menjadikan beliau sosok yang sangat diandalkan dalam menjaga kesempurnaan bacaan Al-Qur’an di Masjidil Haram.
3. Ketawadhuan dan Pengabdian Selama Dua Dekade
Selain menunjukkan ketelitian, Syekh Abdul Aziz Al-Hajj memperlihatkan sikap tawadhu’ (rendah hati) sehingga banyak orang mencintainya.
Dedikasi dan pengabdiannya dalam menjaga keindahan bacaan Al-Qur’an di Masjidil Haram menjadi teladan bagi banyak orang.
Jasa dan pengabdiannya dalam menjaga bacaan Al-Qur’an di Masjidil Haram telah berlangsung selama dua dekade.
Kendati demikian, kontribusi beliau tidak hanya dalam memperbaiki bacaan, tetapi juga dalam menjaga makna dan keindahan Al-Qur’an yang diperdengarkan kepada para jamaah dari seluruh dunia.
4. Pengganti Syekh Abdul Aziz Al-Hajj
Pasca berakhirnya tugas, posisi korektor bacaan imam akan diemban oleh.
1. Syaikh Dr. Abdullah bin Hamad As-Souli – Juru bicara Kepresidenan Urusan Agama Masjidil Haram & Masjid Nabawi.
2. Syaikh Dr. Abdullah Ba’aef – Korektor reguler yang juga Muadzin Masjidil Haram.
3. Syaikh Dr. Muhammad Basa’ad – Korektor reguler yang juga Muadzin Masjidil Haram.
Semoga Allah Ta’ala memberikan taufik kepada mereka dalam mengemban amanah yang mulia ini.
5. Keikhlasan dalam Menyimak Bacaan Imam
Syekh Abdul Aziz Al-Hajj juga kerap terlihat menangis saat menyimak bacaan imam.
Hal ini menunjukkan betapa dalam dan kuatnya ikatan beliau dengan Al-Qur’an. Keikhlasan dan ketundukan hati dalam menyimak firman Allah membuat beliau semakin dihormati dan disegani.
6. Doa untuk Syekh Abdul Aziz Al-Hajj
Semoga Allah Ta’ala membalas jasa dan pengabdian Syekh Abdul Aziz Al-Hajj dengan kebaikan yang berlipat ganda. Semoga amal beliau menjadi amal jariyah yang terus mengalir dan Allah memberikan kesehatan serta keberkahan dalam usia beliau. Aamiin.














