CIAMIS,Kondusif.com,- Sumpah Allah Demi Pena,- Menjadi jurnalis bukan sekadar profesi mencari berita, melainkan sebuah jalan menuju surga.
Pesan mendalam ini mengemuka saat H. Iif, narasumber sekaligus dosen STIKES Ciamis, memaparkan materi bertajuk “Peran Media sebagai Platform Dakwah” dalam kegiatan Pesantren Ramadan Jurnalis di Ponpes Darussalam, Kamis (5/3/2026).
Sumpah Allah Demi Pena, Kekuatan Pena yang Abadi
Dalam paparannya, H. Iif mengingatkan para jurnalis tentang dahsyatnya surat Al-Qalam, di mana Allah SWT bersumpah demi pena.
Menurutnya, sumpah ini menjadi bukti bahwa instrumen yang dipegang oleh para jurnalis memiliki efek yang luar biasa bagi umat.
”Dakwah bil lisan (dengan ucapan) di masjid mungkin terbatas ruang dan waktu. Begitu orangnya wafat, selesai. Namun, dakwah bil qolam (dengan pena atau tulisan) akan terus mengalirkan pahala meskipun penulisnya telah tiada,” ungkap H. Iif penuh semangat.
Beliau menganalogikan keabadian pahala tulisan seperti aset Utsman bin Affan yang manfaatnya masih mengalir hingga ribuan tahun kemudian.
Memotret Potret Buram Masyarakat
H. Iif juga menyoroti kondisi sosial saat ini yang memprihatinkan.
Beliau memaparkan berbagai masalah, mulai dari rapuhnya benteng keluarga, rendahnya kualitas komunikasi orang tua, hingga munculnya kembali kemaksiatan umat-umat terdahulu di zaman modern.
”Kondisi masyarakat dan keluarga kita saat ini sedang tidak baik-baik saja. Oleh karena itu, dakwah tidak cukup hanya dilakukan oleh kiai atau ustaz. Islam menunggu peran bapak dan ibu jurnalis untuk ikut turun tangan,” tambahnya.
Jurnalisme sebagai Penyelamat Peradaban
Lebih jauh, ia berharap jurnalis mampu menghadirkan peradaban, bukan sekadar memuaskan rasa penasaran (kepo) masyarakat.
Jurnalis memiliki tugas berat untuk membimbing jiwa kritis publik ke arah yang positif melalui informasi yang utuh dan bermanfaat.
Untuk mencapai hal tersebut, H. Iif menekankan empat prinsip utama yang harus dipegang teguh oleh insan pers:














