Situasi tersebut membuat upaya mengejar ketertinggalan semakin sulit.
“Yang pasti sangat berpengaruh. Karena di samping kalah jumlah juga dalam keadaan tertinggal itu akan lebih sulit untuk bisa bangkit dari kekalahan,” kata Nasuha.
Dia mengatakan hasil pertandingan melawan PSGC menjadi bahan evaluasi bagi Sumsel United.
Selain persoalan teknis, Nasuha juga menyinggung faktor kelelahan dalam perjalanan.
“Banyak hal-hal dasar juga yang tidak jalan di skema kita sehingga kita selalu tertekan dan itu menjadi evaluasi buat kami juga,” katanya.
Menurut Nasuha, penalti sebenarnya bisa menjadi momentum untuk mengangkat mental tim.
Namun, kegagalan eksekusi membuat situasi semakin sulit.
“Ketika terjadi penalti harusnya bisa menyamakan kedudukan, bisa mengangkat mental tim, tapi tidak masuk sehingga mental agak turun,” ujarnya.
Sumsel United akhirnya harus mengakui keunggulan PSGC Ciamis dengan skor 0-2.
Dua gol tuan rumah dicetak Ezechiel Ndouassel pada menit ke-36 dan 57.














