Pembeli bisa makan langsung (dine in) di kursi-kursi plastik yang seadanya tapi bikin betah.
Lalu, bisa juga dibungkus (take away) buat dinikmati di rumah sambil nonton film atau mengerjakan tugas malam-malam.
Pengunjung Tidak Bosan Kembali
Dian (23), salah satu pelanggan setia, mengaku sudah coba banyak nasi uduk malam di Ciamis, tapi tetap saja selalu kembali ke Mang Aji.
“Karena cocok aja. Udah sering ke sini dari dulu. Rasanya pas, porsinya juga bikin kenyang,” katanya sambil menunggu pesanan dibungkus.
Meski terlihat sederhana, nasi uduk Mang Aji bukan sekadar makanan.
Ia jadi ritual kecil malam hari bagi banyak orang para pekerja lembur, mahasiswa, bahkan tukang ojek yang singgah sejenak melepas lelah.
Di balik asap kukusan nasi dan suara celetukan pelanggan, tersimpan kisah konsistensi, kehangatan, dan cita rasa yang tak pernah berubah.
Mang Aji mungkin bukan koki terkenal, tapi bagi banyak warga Ciamis, dialah ‘chef dadakan’ yang selalu hadir saat perut butuh teman di tengah malam.














