Aturan itu membatasi jam beroperasinya kendaraan bertonase besar agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat dan arus distribusi umum.
“Dengan mengganti armada ke kendaraan lebih kecil, pengangkutan bisa lebih efisien tanpa melanggar jam operasional,” jelas Reynaldy.
Dunia Industri Mulai Bersiap Hadapi Transisi
Pihak AQUA Group menyambut positif kebijakan tersebut dan menyatakan tengah menyiapkan langkah penyesuaian.
Namun, proses transisi dinilai memerlukan waktu karena mitra distribusi harus menyesuaikan armada baru yang sesuai aturan.
Langkah ini diharapkan dapat menjadi momentum transformasi distribusi logistik yang lebih aman, adil, dan berkelanjutan di Jawa Barat.
“Kami siap mendukung kebijakan ini. Tapi tentu perlu waktu agar seluruh rantai distribusi bisa menyesuaikan,” ujar perwakilan AQUA Group.
Menuju Jalan Raya yang Lebih Aman dan Adil
KDM menegaskan, larangan truk ODOL bukan untuk menghambat industri, melainkan memastikan keadilan dan keselamatan publik tetap terjaga.
Ia berharap seluruh pemangku kepentingan bisa bekerja sama menjalankan aturan ini demi kepentingan bersama.
“Jawa Barat tidak boleh jadi korban keserakahan. Ini langkah adil untuk rakyat,” tutup KDM.














