banner 720x220
News  

Ketua DPC LSM PENJARA Desak Inspektorat Kabupaten Probolinggo Agar Audit Desa Kropak, Pasca Kasus 2 Aktivis Peras Kades

Ketua DPC LSM PENJARA Desak Inspektorat Kabupaten Probolinggo Agar Audit Desa Kropak, Pasca Kasus 2 Aktivis Peras Kades

Probolinggo, Kondusif.com – Kasus yang menimpa dua aktivis  di Probolinggo, hingga terjadi Operasi tangkap tangan (OTT) oleh pihak kepolisian Polres Probolinggo, karena keduanya telah menyalahgunakan profesinya sebagai kontrol sosial peran serta masyarakat  dan aktivis, namun kejadian kasus seperti itu tidak akan terjadi bila Inspektorat telah menjalankan tugas pembinaan dan pengawasan pelaksanaan anggaran dana negara serta kebijakan pejabat pengguna anggaran Dana Desa (DD) dan ADD di desa Kropak Kecamatan Bantaran Kabupaten Probolinggo, provinsi Jawa Timur. Kamis, 23-01-2025.

Lemahnya kontrol inspektorat Probolinggo. Lemahnya efektivitas pengawasan, Lemahnya komunikasi dan koordinasi, Lemahnya independensi inspektorat.

Inspektorat yang seharusnya sebagai lembaga independen, lembaga yang bertugas untuk melakukan pengawasan, pemeriksaan, dan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi suatu organisasi atau instansi pemerintahan, justru terkesan pembiaran dan tidak profesional.

Akibat lemahnya efektivitas pengawasan dapat menyebabkan konflik kepentingan yang di manfaatkan oleh oknum – oknum yang memanfaatkan kelemahan tersebut untuk kepentingan pribadi.

Tak hanya merugikan masyarakat saja, Lemahnya komunikasi dan koordinasi dapat menyebabkan auditor tidak memperoleh data yang cukup untuk menyimpulkan permasalahan secara andal, dalam hal ini perlu adanya introspeksi diri dari inspektorat kabupaten Probolinggo sebagai lembaga independen terkait Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) DD-ADD di Desa Kropak.

Kegiatan yang menjadi sorotan para aktivis di Probolinggo adalah Pengerjaan proyek berupa rabat beton di dusun kalape’an dan pengaspalan jalan di dusun krajan desa kropak, pembangunan dari sumber Dana Desa (DD) tahun 2024, kualitas pembangunan hanya kurang dari 2 bulan sudah mengalami keretakan, diduga kuat buruknya kualitas material dan pekerjaan yang tidak sesuai Bestek, sehingga memicu pertanyaan dari masyarakat pemerhati kebijakan dan pembanguan.

Damoanto, Aktivis Pemerhati kebijakan dan Pembangunan Daerah, (Ketua DPC LSM PENJARA)

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *