banner 720x220
Opini  

Ketika Hari Ayah Hanya Menyisakan Doa dan Kenangan

Tapi ada juga malam-malam di mana aku menatap foto ayah terlalu lama sampai air mata menetes sendiri. Tanpa sebab, tanpa alasan.

Rindu yang Tak Pernah Reda

Banyak yang bilang, kehilangan akan membuatmu kuat. Mungkin benar. Tapi kuat bukan berarti tidak rindu.

Aku tetap rindu setiap hari.

Rindu melihat ayah duduk di teras, rindu mendengar suaranya memanggilku, rindu merasa punya tempat untuk pulang.

Sekarang, aku hanya punya doa. Itu satu-satunya cara yang kupunya untuk “berbicara” dengannya.

Setiap kali aku merasa lelah atau kehilangan arah, aku selalu membayangkan ayah berdiri di sampingku, tersenyum sambil berkata,

“Kamu udah sejauh ini, Neng. Ayah bangga.”

Entah kenapa, kata-kata itu cukup membuatku kuat lagi.

Untuk Ayah di Surga

Malam ini, seperti tahun-tahun sebelumnya, aku akan menyalakan lilin kecil di jendela kamarku.

Aku tidak tahu apakah Ayah bisa melihatnya dari sana, tapi aku percaya, cahaya kecil itu akan menemukan jalannya.

“Selamat Hari Ayah, Yah. Aku nggak pernah berhenti merindukanmu.”

Dan mungkin itu saja yang perlu kukatakan.

Karena bagaimanapun juga, cinta seorang anak tidak akan pernah berhenti di kuburan. Ia tetap hidup, tumbuh, dan diam-diam menjagaku dalam setiap langkah.

 

Penulis: Gea

 

Catatan Redaksi:

Tulisan ini merupakan opini pribadi penulis. Isi dan pandangan dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis dan tidak selalu mencerminkan sikap redaksi.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *