Bekasi, Kondusif — Sejumlah pedagang di Pasar Induk Cibitung, Kabupaten Bekasi, mengeluhkan lonjakan harga sayuran dan bahan pokok yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Kenaikan harga sayuran dan bahan pokok disebut-sebut sebagai dampak tidak langsung dari Program Makan Bergizi Geratis (MBG) yang digulirkan pemerintah.
“Sayuran sekarang ikut naik semua. Cabai, tomat, wortel, sampai timun. Kalau begini makin susah kami. Percuma ada program MBG kalau harga kebutuhan pokok ikut naik,” kata Indri (37), pedagang sayur eceran asal Setu, Rabu (4/11).
Indri menuturkan, para pelanggan di warungnya kebanyakan pedagang lauk dan penjual warteg kecil kini mulai mengurangi belanja lantaran harga terus merangkak naik.
“Yang susah ya kami, pedagang kecil. Katanya program ini buat masyarakat, tapi kok rakyat kecil malah makin berat,” ujarnya.
Harga Melonjak, Pedagang Kecil Terjepit
Lebih lanjut, Indri mengatakan Harga wortel lokal kini menembus Rp17.000 per kilogram, naik tiga kali lipat dari harga sebelumnya sekitar Rp5.000. Sedangkan untuk Wortel Import dari yang semula Rp8000, menjadi Rp24.000 per kilogram. Pedagang menilai kondisi ini membuat warga kecil dan pelaku usaha mikro semakin terjepit.
”Harga wortel mahal banget. Saya bingung mesti jual berapa,” ungkapnya.














