banner 720x220

Gempa Tak Bisa Diprediksi, BMKG Minta Publik Waspada Gempa Megathrust

Keterangan foto : ilustrasi AI Megathrust Indonesia
Keterangan foto : ilustrasi AI Megathrust Indonesia

Kondusif.com,- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kembali menarik perhatian publik setelah akun resmi @infobmkg mengunggah penjelasan lengkap tentang potensi gempa megathrust di Indonesia pada Senin, 10 November 2025.

Unggahan tersebut memaparkan penjelasan ilmiah, peta megathrust nasional, hingga langkah kesiapsiagaan. Informasi ini penting karena Indonesia berada di kawasan pertemuan lempeng aktif.

BMKG menjelaskan megathrust sebagai zona pertemuan dua lempeng tektonik yang bergerak saling menekan. Gerakan ini menumpuk energi besar yang bisa dilepaskan sebagai gempa kuat.

Selain itu, BMKG menyoroti fenomena seismic gap, yaitu segmen megathrust yang lama tidak melepaskan energi. Kondisi tersebut membuat kewaspadaan masyarakat harus tetap tinggi.

Sebagai contoh, segmen megathrust Selat Sunda terakhir kali melepaskan gempa besar pada 1757. Segmen Mentawai-Siberut bahkan belum aktif sejak gempa besar pada 1797.

BMKG menegaskan bahwa potensi bahaya tetap nyata, meskipun gempa tidak bisa dipastikan terjadi dalam waktu dekat. Zona berenergi tinggi tetap harus dipahami masyarakat.

Peta Gempa Megathrust Indonesia

Dalam unggahan itu, BMKG juga memaparkan peta megathrust nasional. Ada 13 segmen megathrust utama dengan potensi magnitudo besar di berbagai wilayah Indonesia.

Segmen Aceh-Andaman memiliki potensi magnitudo 8,2. Lalu segmen Nias-Simeulue berpotensi magnitudo 8,7 dan segmen Batu berpotensi magnitudo 7,8.

Selanjutnya, segmen Mentawai-Siberut dan Mentawai-Pagai memiliki potensi magnitudo 8,9. Segmen Enggano juga menyimpan potensi magnitudo 8,4.

Setelah itu, BMKG menampilkan potensi magnitudo 8,7 di segmen Selat Sunda, Jawa Barat–Jawa Tengah, Jawa Timur, serta Papua.

Segmen lain seperti Sumba dan Sulawesi Utara berpotensi magnitudo 8,5. Adapun segmen Filipina menyimpan potensi magnitudo 8,2.

Gempa Megathrust Indonesia Tidak Bisa Diprediksi

Melalui unggahan itu, BMKG menggarisbawahi bahwa gempa bumi tidak bisa diprediksi. Hingga kini, dunia belum memiliki teknologi untuk menentukan waktu atau kekuatan gempa secara pasti.

BMKG juga meluruskan istilah“tinggal menunggu waktu” yang sering membuat publik panik. Istilah itu hanya menjelaskan adanya energi yang lama tidak terlepas, bukan prediksi gempa.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *