Sebagai bentuk dukungan terhadap investasi ini, pemerintah siap memberikan berbagai insentif, mulai dari pembebasan bea impor untuk ternak dan peralatan industri susu, skema pendanaan dengan bunga kompetitif, hingga asuransi usaha peternakan.
Tiga Lokasi Strategis untuk Industri Peternakan Susu Segar
Pemerintah telah menyiapkan tiga lokasi strategis untuk investasi peternakan susu skala besar, yaitu:
- Wajo-Sidrap, Sulawesi Selatan
- Barito Utara-Barito Selatan, Kalimantan Tengah
- Poso (Lembah Napu), Sulawesi Tengah
Selain menyediakan lahan, Amran menegaskan bahwa pemerintah juga akan memastikan infrastruktur pendukung tersedia secara optimal. “Keberhasilan investasi industri susu tidak hanya bergantung pada lahan, tetapi juga infrastruktur yang memadai,” katanya. Oleh karena itu, pemerintah akan membangun akses jalan, jaringan listrik, pasokan air bersih, serta fasilitas layanan kesehatan dan pendidikan bagi pekerja di kawasan peternakan.
Proyeksi Produksi Susu Nasional
Kerja sama antara Kementerian Pertanian dan TH Group sejatinya bukan hal baru. Pada 24 September 2024, Kementan telah mengumumkan bahwa TH Group berencana mendatangkan 250 ribu ekor sapi perah ke Indonesia, dengan target produksi susu mencapai 1,8 juta liter per tahun.
Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Moch. Arief Cahyono, optimistis bahwa pembangunan industri susu sapi perah di Poso akan menggenjot produksi susu nasional hingga 1,8 juta ton dalam tiga hingga lima tahun ke depan.
“Jika target ini tercapai, produksi susu segar dalam negeri dapat memenuhi sekitar setengah dari kebutuhan nasional, yang saat ini masih bergantung pada impor sebesar 3,7 juta ton per tahun,” jelas Arief.
Dengan kerja sama ini, pemerintah berharap ketergantungan terhadap impor dapat ditekan secara bertahap, dan Indonesia bisa mencapai kemandirian pangan dalam sektor susu dan daging sapi di masa mendatang.














