banner 720x220

BGN Keluarkan 1.653 Sekolah dari Daftar Penerima MBG, Ini Alasannya

Kepala BGN Sudaryono. (Dok, foto. Biro Hukum dan Humas BGN)
Kepala BGN Sudaryono. (Dok, foto. Biro Hukum dan Humas BGN)

“Lebih dari 340.000 sekolah telah mendapatkan atau dilayani program MBG di sekolahnya. Artinya masih ada sekitar 240.000 sekolah yang belum menerima program MBG,” kata Sudaryono.

Ratusan Ribu Sekolah Masih Menunggu

Di tengah proses pemutakhiran data, BGN juga menerima banyak permohonan dari satuan pendidikan yang belum memperoleh layanan MBG.

Namun, permohonan tersebut tidak serta-merta membuat sekolah masuk dalam daftar penerima.

BGN terlebih dahulu melakukan investigasi dan pemetaan sebelum menentukan satuan pendidikan yang akan memperoleh layanan.

“Kami menerima banyak sekali surat permohonan dari sekolah-sekolah yang belum mendapatkan MBG sampai saat ini dan itu akan kami investigasi untuk kemudian kami layani program MBG secara bertahap sesuai dengan tahapan-tahapan yang kami punyai,” ujar Sudaryono.

Menurut Sudaryono, proses pemutakhiran data menjadi bagian dari tahapan perluasan MBG.

BGN menggunakan data tersebut untuk menentukan satuan pendidikan yang menjadi sasaran layanan sekaligus memetakan kebutuhan di berbagai wilayah.

Dengan jumlah satuan pendidikan yang belum menerima MBG masih mencapai sekitar 240.000, perluasan program akan dilakukan secara bertahap.

BGN akan menyesuaikan pelaksanaan layanan dengan hasil pemetaan serta prioritas yang telah ditetapkan.

Pemutakhiran itu sekaligus menjadi dasar bagi BGN untuk memperbarui daftar penerima manfaat. Dengan begitu, sekolah yang sudah memiliki kemampuan finansial mandiri maupun satuan pendidikan dengan karakteristik tertentu tidak lagi tercatat sebagai penerima program.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *