CIAMIS,Kondusif.com,- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap fenomena bediding yang mulai terjadi pada awal musim kemarau. Fenomena ini ditandai dengan perubahan suhu udara yang sangat drastis, yakni udara terasa sangat dingin pada malam hingga pagi hari, kemudian berubah menjadi terik dan panas pada siang hari.
BPBD Ciamis melalui keterangan resmi, Senin (27/7/2026), menjelaskan bahwa bediding merupakan fenomena alam yang umum terjadi saat musim kemarau.
Meski demikian, perubahan suhu yang ekstrem dalam waktu singkat dapat memengaruhi kondisi kesehatan masyarakat apabila tidak diantisipasi dengan baik.
Menurut BPBD, suhu udara yang dingin pada malam dan pagi hari memaksa tubuh beradaptasi dengan cepat.
Beberapa jam kemudian, suhu berubah menjadi sangat panas akibat teriknya sinar matahari.
Pergantian kondisi inilah yang berpotensi meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan.
Selain memicu rasa tidak nyaman, fenomena bediding juga dapat menyebabkan masyarakat lebih mudah terserang batuk, pilek, serta radang tenggorokan.
Bagi penderita asma maupun bronkitis, udara dingin bahkan berpotensi memperparah gangguan pernapasan yang sudah diderita.
Tak hanya itu, BPBD juga mengingatkan bahwa perubahan suhu ekstrem dapat meningkatkan risiko gangguan jantung dan tekanan darah tinggi.
Pada saat yang sama, tubuh cenderung lebih cepat lelah, mudah mengalami sakit kepala, sulit berkonsentrasi, hingga mengalami kulit kering, gatal, dan iritasi.
Lebih jauh, kondisi tersebut juga dapat menurunkan daya tahan tubuh sehingga seseorang menjadi lebih rentan terserang infeksi maupun berbagai penyakit musiman.
Imbauan BPBD Ciamis
Karena itu, BPBD Ciamis mengimbau masyarakat untuk menerapkan sejumlah langkah pencegahan.














