banner 720x220

Ancaman “Godzilla El Nino”: Kapolres Ciamis dan BBWS Citanduy Pasang Kuda-kuda Amankan 4.000 Hektare Sawah

Pemerintah lintas sektor berkumpul di tengah sawah Purwadadi untuk menyusun benteng pertahanan pangan di perbatasan Ciamis–Pangandaran.

Kementerian Pertanian pun memberikan instruksi tegas kepada para petani:

  • ​Percepatan Tanam: Melakukan penanaman serempak sebelum cadangan air benar-benar menipis.
  • ​Varietas Tahan Kering: Mengalihkan benih ke jenis tanaman yang lebih “bandel” menghadapi suhu tinggi.
  • ​Manajemen Irigasi: Mengoptimalkan distribusi air agar tidak terjadi konflik perebutan aliran di tingkat bawah.

​Di sisi teknis, BBWS Citanduy mulai memperkuat tanggul darurat dan meninjau fasilitas Sistem Pengendalian Panjang Gelombang (SPPG).

Gerakan irigasi bersih di wilayah Lakbok Utara juga dipacu guna memastikan aliran air dari bendungan tidak terhambat sampah atau sedimen.

​Waspada Kebakaran Lahan

​Selain urusan air, rakor tersebut juga menyoroti risiko lain dari suhu panas yang menyengat: kebakaran lahan.

Para petani diimbau meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap percikan api yang bisa melalap area pesawahan yang mulai mengering.

​”Ini adalah kerja kolektif. Petani harus menyesuaikan pola tanam, sementara instansi terkait memastikan sarana prasarana irigasi berfungsi seratus persen,” tegas pihak penyelenggara rakor.

​Meski ancaman cuaca tergolong ekstrem, koordinasi yang melibatkan lintas sektoral termasuk keterlibatan DPD TMI dan kelompok tani diharapkan mampu menjadi jaring pengaman agar pasokan pangan di Priangan Timur tetap terjaga meski dihantam musim kemarau panjang.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *