CIAMIS,Kondusif.com,- Seorang pria tak dikenal diduga berkeliling meminta partisipasi untuk kegiatan khitanan massal dengan membawa kuitansi bertuliskan “Koperasi Wartawan Bersama” di Desa Bojongmengger, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jumat 24 Juli 2026.
Kedatangan pria tersebut memicu kecurigaan perangkat desa setelah diketahui BUMDesma Kecamatan Cijeungjing tidak memiliki agenda khitanan massal sebagaimana disampaikan oleh orang tersebut.
Kasi Kesejahteraan Desa Bojongmengger, Ega, mengatakan pria itu pertama kali datang ke Kantor Desa sekitar pukul 13.20 WIB, saat perangkat desa tengah menggelar rapat panitia seleksi perangkat desa usai salat Jumat.
Saat itu, kata Ega, rapat dihadiri oleh Kasi Pemerintahan, Kasi Pelayanan, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan sejumlah panitia lainnya.
“Dia datang mengucapkan salam, lalu bertanya Pak Kuwu ada di mana. Saya sampaikan kalau Pak Kuwu sedang tidak berada di kantor dan kemungkinan sedang kegiatan diluar atau sedang berada di rumah,” ujar Ega saat diwawancarai, Senin (27/7/2026).
Setelah mendapat penjelasan tersebut, pria itu kembali bertanya mengenai arah menuju rumah Kepala Desa.
Ega kemudian menunjukkan lokasi rumah Kepala Desa dan sempat menghubungi Kepala Desa untuk memberitahukan bahwa ada seseorang yang mencarinya.
Namun, sekitar setengah jam kemudian, Ketua BUMDes Bojongmengger, Lili, datang ke kantor desa dengan membawa informasi yang membuat perangkat desa mulai mempertanyakan maksud kedatangan pria tersebut.
Menurut Ega, Ketua BUMDes menanyakan apakah BUMDesma sedang memiliki kegiatan khitanan massal.
“Saya jawab tidak tahu. Setahu saya memang tidak ada kegiatan seperti itu karena saya juga sedang rapat,” katanya.
Mengaku Mencari Partisipasi Khitanan Massal
Ega menjelaskan, berdasarkan cerita Ketua BUMDes, pria tersebut sebelumnya mendatangi warung milik istri Ketua BUMDes.
Saat itu Ketua BUMDes sedang berada di luar, sedangkan istrinya menjaga warung yang berada di sekitar lokasi usaha pemancingan milik keluarga.
Kepada istri Ketua BUMDes, pria tersebut disebut meminta partisipasi masyarakat untuk kegiatan khitanan massal.
Namun kejanggalan muncul ketika pria itu memperlihatkan kuitansi yang dibawanya.
Alih-alih menggunakan identitas panitia kegiatan sosial atau BUMDesma, kuitansi tersebut justru bertuliskan “Koperasi Wartawan Bersama”.
“Pak Lili kemudian memperlihatkan kuitansi itu kepada saya. Beliau juga heran karena BUMDesma tidak memiliki kegiatan khitanan massal,” kata Ega.
Menurutnya, hingga saat itu perangkat desa tidak mengetahui adanya agenda khitanan massal yang mengatasnamakan BUMDesma.
Tidak Pernah Mengaku Wartawan
Meski membawa kuitansi bertuliskan “Koperasi Wartawan Bersama”, Ega menegaskan pria tersebut tidak pernah memperkenalkan diri sebagai wartawan ketika datang ke kantor desa.
“Dia tidak menyebut berasal dari media atau wartawan. Dia hanya bertanya mencari Pak Kuwu, kemudian pergi,” ujarnya.














