CIAMIS,Kondusif.com,- Di tengah gempuran layar gadget yang kian sulit dibendung, mahasiswa KKN STAI Al-Hidayah Tasikmalaya menawarkan solusi kreatif untuk menyentuh hati anak-anak.
Melalui pelatihan bertajuk “Mendongeng dengan Hati: Menanamkan Agama Islam dan Akhlaq Mulia Sejak Dini”, mereka sukses membekali para guru dan orang tua di Desa Kawasen dengan keterampilan bercerita pada Kamis (29/1/2026).
Menghidupkan Kembali Tradisi Tutur
Suasana Aula Desa Kawasen mendadak riuh dan penuh tawa. Alih-alih hanya duduk mendengarkan teori, para peserta justru diajak terjun langsung mempraktikkan teknik vokal dan gerak tubuh.

Langkah ini diambil karena mahasiswa menyadari bahwa nilai-nilai keislaman akan lebih meresap ke sanubari anak jika disampaikan melalui kisah yang memikat, bukan sekadar perintah.
Kepala Desa Kawasen menyambut hangat inisiatif ini. Menurutnya, keterampilan mendongeng kini menjadi barang mewah yang mulai terlupakan.
”Kami sangat berterima kasih. Di era digital ini, orang tua dan guru memang harus lebih kreatif. Mendongeng adalah cara paling ampuh untuk tetap dekat dengan anak sekaligus menanamkan budi pekerti,” ungkap beliau dengan antusias.
Sinergi Kasih Sayang dan Edukasi
Ketua Pelaksana KKN menjelaskan bahwa program ini merupakan buah pikiran dari misi besar Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M).
Ia menegaskan bahwa mendongeng bukan sekadar hiburan, melainkan jembatan emosional antara orang dewasa dan anak.














