Lifestyle,Kondusif.com,- Di tengah riuhnya industri musik yang mengejar konsep superpower, metaverse, dan visual yang serba tajam, NewJeans muncul seperti hembusan angin sejuk di sore hari.
Mereka tidak mencoba menjadi pahlawan super; mereka memilih menjadi teman sekolah yang mengenakan celana jeans usang, mendengarkan musik lewat walkman, dan menari dengan lepas di koridor sekolah.
Namun, di balik kesederhanaan visual tersebut, NewJeans sebenarnya adalah sebuah anomali yang mengubah peta persaingan musik global secara permanen.
Bukan Sekadar Tren, Tapi Sebuah Identitas
NewJeans tidak hanya merilis lagu, mereka juga menciptakan sebuah estetika.
Sejak debut dengan “Attention”, mereka membawa kembali rasa nostalgia awal tahun 2000-an (Y2K) yang dieksekusi dengan sangat rapi.
Pendekatan ini juga dinilai sangat cerdas karena dua alasan:
Generasi Z merasa gaya ini sangat trendy dan “estetik”.
kemudian, Generasi Milenial merasa terlempar kembali ke masa remaja mereka, menciptakan ikatan emosional yang kuat.
Musik mereka, yang diproduseri dengan sentuhan R&B dan UK Garage yang halus, sengaja dirancang agar tidak melelahkan telinga.
Lagu-lagu seperti “Ditto” atau “Super Shy” tidak butuh teriakan nada tinggi untuk menunjukkan kualitas; mereka hanya butuh groove yang membuat siapa pun ingin ikut bergoyang.
Badai di Tahun 2025: Ujian Loyalitas
Kendati Demikian, tahun 2025 menjadi babak paling menantang dalam karier mereka.
Pasalnya, dunia K-Pop menyaksikan drama industri yang cukup pelik terkait perselisihan kontrak dan manajemen antara anggota dengan agensi ADOR.














