Tasikmalaya,Kondusif.com,- Kabar mengenai tindakan sejumlah oknum debt collector (DC) yang diduga bertindak arogan kembali muncul di Kota Tasikmalaya.
D (18), warga Tasikmalaya, mengatakan bahwa ia mengalami dugaan intimidasi oleh empat pria yang mengaku sebagai petugas penagihan pada Jumat (21/11/2025) di kawasan Padayungan, dekat Kantor Kejaksaan Negeri dan Universitas Siliwangi (Unsil).
Dipepet dan Digiring ke Kantor Penagihan
Menurut keterangan D, Sabtu (22/11/2025) kepada media, dua sepeda motor berboncengan tiba-tiba memepet dan menghentikan laju kendaraannya.
Para pria tersebut kemudian memperkenalkan diri sebagai petugas dari perusahaan pembiayaan Adira dan menyampaikan bahwa mereka hendak menarik motor yang dipakai D.
D juga menjelaskan bahwa motor itu merupakan milik kakaknya dan sedang ia pinjam untuk pergi ke kampus.
Ia juga menyampaikan bahwa cicilan kendaraan tersisa dua bulan menuju pelunasan serta kakaknya sedang bernegosiasi terkait pembayaran.
Penjelasan itu, menurut D, tidak direspons para pelaku, dan ia diminta mengikuti mereka ke kantor sebuah perusahaan penagihan, PT Pancasila Abadi Indonesia.
Motor Hilang Setelah Dokumen Diserahkan
Sesampainya di kantor tersebut, D mengaku diminta menyerahkan kunci dan STNK motor dengan alasan pengecekan fisik.
Setelah memberikan dokumen itu, ia diarahkan berbicara dengan salah satu petugas.














