”Ini adalah bukti konkret. Saya ingin menunjukkan bahwa anak Desa Kertahayu mampu bersaing di level nasional bahkan internasional, baik sebagai birokrat di Perhubungan Laut maupun tenaga profesional di industri pelayaran global,” tambahnya dengan optimis.
Menyikapi Isu Kesehatan dan Kesejahteraan
Selain sektor pendidikan, Asep juga menyoroti persoalan kesehatan yang tengah menjadi sorotan publik, khususnya terkait pencabutan status Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan bagi jutaan warga.
Ia menegaskan prinsip utama bahwa fasilitas kesehatan, baik negeri maupun swasta, tidak boleh menolak pasien yang membutuhkan pertolongan.
Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk terus berinteraksi secara aktif guna memastikan hak-hak dasar warga tetap terpenuhi.
Menurutnya, kesejahteraan sosial hanya bisa terwujud jika lingkungan komunitas mampu menjamin kemudahan dalam berusaha dan berinovasi.
Akses Informasi bagi Pemuda Ciamis
Di akhir kegiatan, saat sesi wawancara, Asep Rahmat mengundang para pemuda Ciamis yang memiliki minat di bidang maritim untuk tidak ragu melangkah.
Ia menyatakan siap menjadi fasilitator dan koordinator informasi bagi warga yang ingin mengakses portal pendaftaran beasiswa serupa.
”Semoga ini menjadi awal dari pertemuan yang berkesinambungan. Kita butuh bukti nyata, dan melalui jalur pendidikan pelayaran ini, peluang kerja di negara kepulauan seperti Indonesia sangatlah tidak terbatas,” pungkasnya.














