Tak hanya itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga merangkak naik ke posisi 74,33 poin, sementara angka kemiskinan berhasil ditekan hingga ke level 7,19%.
”Pembangunan kita tidak hanya mengejar pertumbuhan, tapi juga memastikan pemerataan agar manfaatnya menyentuh akar rumput,” tambahnya.
Dari WTP hingga Pengakuan ASEAN
Menariknya, meski disibukkan dengan 121 program pembangunan dan ratusan kegiatan teknis, Ciamis tetap mampu menjaga standar integritasnya.
Predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari BPK berhasil dipertahankan selama 12 kali berturut-turut.
Bahkan, di level regional, Ciamis diakui sebagai salah satu kota kecil terbersih di tingkat ASEAN.
Namun, Herdiat kembali mengingatkan jajarannya agar tidak cepat berpuas diri.
Ia menegaskan bahwa segala bentuk penghargaan hanyalah “bonus” dari kerja keras yang tulus.
”Prestasi adalah efek samping dari dedikasi. Target utama kita tetap satu: manfaat nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat di rumah-rumah mereka,” tegasnya.
Menatap Ciamis Berkelanjutan
Sebagai tahun pembuka dalam RPJMD 2025–2029, tahun 2025 menjadi batu loncatan penting.
Herdiat memastikan bahwa setiap rekomendasi yang diberikan DPRD telah ditindaklanjuti dengan serius sebagai bagian dari komitmen perbaikan tanpa henti.
Menutup paparannya, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga sinergi yang telah terbangun.
Fondasi sudah diletakkan, 250 prestasi telah diraih, dan kini saatnya Ciamis melangkah lebih jauh menuju visi daerah yang maju dan berkelanjutan.














