Namun, ia menilai hal itu sebagai konsekuensi wajar demi kemajuan desa.
“Memang ada risiko, pedagang dan wisatawan sedikit terganggu. Tapi itu konsekuensi yang siap kami hadapi demi masa depan yang lebih baik. Kalau tidak ada progres, kondisi malah bisa menurun,” tegasnya.
Penurunan Wisatawan Bukan Karena Pembangunan
Meski jumlah kunjungan wisatawan ke Panjalu sempat berkurang, Yuyus menegaskan hal itu bukan karena pembangunan melainkan faktor ekonomi nasional.
“Boleh ditanya langsung ke wisatawan. Pada dasarnya, mereka menyebut kondisi ekonomi negara yang kurang baik, bukan karena pembangunan,” jelasnya.
Untuk pendapatan daerah, Yuyus menyebut kondisinya relatif stabil.
Ia berharap, seiring dengan perbaikan ekonomi nasional, sektor wisata Panjalu dapat kembali pulih.
“Insya Allah, ke depan semua akan kembali seperti sedia kala,” pungkasnya.














