”Informasi sekecil apa pun, baik itu soal radikalisme, konflik sosial, hingga penyakit masyarakat, harus segera sampai ke Bhabinkamtibmas,” tegas Achmad, Jumat (23/1/2026).
Menurutnya, kecepatan melapor adalah kunci untuk memutus rantai masalah sebelum menjadi konflik terbuka yang merugikan warga.
Selain fokus pada keamanan fisik, kepolisian juga menyoroti bahaya laten hoaks dan isu SARA yang kerap memecah belah kerukunan.
Oleh karena itu, FKDM diminta lebih jeli memetakan kerawanan di wilayah masing-masing agar langkah pencegahan bisa diambil secara presisi.
Pada akhirnya, sinergi ini diharapkan mampu menciptakan rasa aman yang nyata bagi warga.
Dengan komunikasi yang solid antara masyarakat dan kepolisiankepolisian serta deteksi dini konflik.
Stabilitas keamanan di Banjarsari pun tetap terjaga sehingga aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat dapat berjalan tanpa rasa khawatir.














