Karena itu, warung ojol menjadi pusat komunikasi yang memperkuat kontribusi mereka sebagai “kepanjangan tangan” Polres Ciamis.
“Kami membantu sebagai perpanjangan tangan dari tim Polres Ciamis. Gangguan itu tidak bisa ditebak, jadi komunikasi ini sangat penting,” terangnya.
Kolaborasi untuk Keamanan Bersama
Selain menyampaikan keluhan, para driver juga berharap masyarakat semakin memanfaatkan layanan transportasi online.
Menurut Rinji, peningkatan penggunaan layanan digital seperti pesan makanan hingga obat-obatan dapat menggerakkan ekonomi lokal sekaligus memperluas jangkauan komunitas ojol.
Ia pun mengapresiasi penuh dukungan Kapolres Ciamis dan jajaran yang terus membuka ruang kolaborasi.
“Kegiatan ini memberi dampak positif bagi rekan-rekan. Selain mencari nafkah, kami dapat membantu kepolisian menjaga keamanan,” ucapnya.
Kolaborasi ini diperkuat dengan jumlah anggota komunitas Ojol Kamtibmas yang sudah mencapai lebih dari 200 driver.
Mereka terhubung melalui grup komunikasi berbasis WhatsApp yang dinaungi langsung oleh kepolisian, baik Polres maupun Polsek.
Dengan sistem ini, setiap informasi penting bisa tersampaikan lebih cepat dan terkoordinasi dengan baik.
Program warung ojol kini tidak hanya menjadi fasilitas fisik, melainkan wadah keakraban, diskusi, dan sinergi yang menghubungkan kepentingan dua pihak: driver ojol dan aparat kepolisian.
Kolaborasi ini diharapkan terus berkembang sebagai model kemitraan keamanan yang efektif dan berkelanjutan di Kabupaten Ciamis.














