Persoalan yang paling krusial adalah sektor kesehatan.
Minimnya fasilitas dan ketersediaan obat di puskesmas setempat memaksa warga yang sakit keras harus dirujuk ke Biak.
Kemudian, Manokwari menggunakan transportasi laut (kapal perintis atau perahu mesin).
”Seringkali pasien meninggal dunia dalam perjalanan karena waktu tempuh yang lama di laut. Ini adalah ketidakadilan yang nyata. Kami meminta Penjabat Gubernur dan Bupati untuk memberikan perhatian khusus, bukan hanya menjadikan Numfor sebagai ajang kampanye politik atau penyampaian visi-misi sesaat,” tambah Jekson.
Perlunya Klarifikasi Pihak Terkait
Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih berupaya menghubungi pihak PT Fajar Papua dan Dinas PUPR Provinsi Papua.
Untuk memberikan klarifikasi terkait dugaan ketidaksesuaian spesifikasi proyek jalan tersebut.
Prinsip praduga tak bersalah tetap dikedepankan, namun masyarakat menuntut adanya transparansi dan perbaikan segera.
Demi asas kemanfaatan pembangunan bagi rakyat di beranda terdepan Papua.














