“Petani jangan sampai merasa ditinggalkan kalau hasil panennya belum memenuhi standar. Harus ada pendampingan dan pelatihan. Saya yakin masalah ini bisa diselesaikan kalau semua pihak bergerak bersama,” tegasnya.
Wapres turut menyoroti pentingnya pelibatan generasi muda dan penerapan teknologi modern.
“Sekarang sudah ada pupuk organik dari eceng gondok hasil kerja sama dengan universitas, batu penetralisir pH tanah, water gen, hingga solar water. Ke depan, saya harap lebih banyak anak muda yang terlibat, termasuk penggunaan AI dan drone untuk pertanian,” ucapnya.
Ia juga mendorong inovasi pascapanen jagung agar bisa diolah menjadi tepung, minyak jagung, etanol, produk pengganti plastik, dan pakan ternak.
“Semua potensi itu harus digarap lebih serius,” tambahnya.
Pupuk dan Program Daerah Jadi Perhatian
Gibran menegaskan pentingnya ketersediaan pupuk dan benih unggul yang tepat sasaran.
“Saya selalu sampaikan, mohon ketersediaan pupuk dan benih dijaga dengan baik, bantuannya harus tepat sasaran,” katanya.
Menutup sambutannya, Wapres mengucapkan terima kasih kepada seluruh kepala daerah yang telah bersinergi dengan pemerintah pusat.
Ia juga meminta agar program prioritas seperti Sekolah Rakyat, pemeriksaan kesehatan gratis, dan Koperasi Merah Putih terus dimasifkan.
“Program-program ini harus dimanfaatkan oleh masyarakat agar penyakit bisa terdeteksi lebih dini dan angka harapan hidup meningkat,” ujarnya.
Kapolri Tegaskan Dukungan Polri untuk Ketahanan Pangan
Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen Polri untuk terus mendukung program ketahanan pangan nasional.
“Polri berupaya mewujudkan ketahanan pangan dengan dukungan penuh dari berbagai kementerian, lembaga, instansi, dan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, hingga saat ini potensi program Ketahanan Pangan Polri telah mencapai 1,19 juta hektare lahan jagung hasil kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Terdiri atas 881.743 hektare lahan binaan Polri dan 313.941 hektare lahan baku sawah,” jelasnya.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa sinergi antarlembaga mampu memperkuat ketahanan pangan nasional, sekaligus mendorong kesejahteraan petani di seluruh Indonesia.














