Menurutnya, akhlak yang baik adalah fondasi utama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), khususnya di wilayah Ciamis.
”Pesantren ini besar, ada 6.000 santri. Kalau santri dan gurunya semua berakhlak baik, insyaallah Ciamis akan aman dan tertib. Jika sudah aman, Ciamis akan menjadi daerah yang baldatun thoyyibatun wa rabbun ghofur,” tambahnya.
Kapolda Jabar Kunjungi Ponpes Darussalam
Rudi menjelaskan, Polri melalui Polda Jabar terus konsisten menjalin komunikasi dengan seluruh komponen masyarakat.
Salah satu komitmen yang ia gaungkan adalah filosofi ‘Silih Asuh, Jaga Lembur’ sebagai upaya kolektif menjaga wilayah dari gangguan keamanan.
”Lembur (kampung halaman) Jawa Barat, lembur Ciamis ini punya kita semua. Kita wajib menjaga dari segala macam gangguan,” tuturnya.
Senada dengan hal itu, Pimpinan Ponpes Darussalam Ang Icep mengapresiasi atensi Kapolda Jabar.
Ia menegaskan bahwa pihaknya telah lama mengondisikan pesantren agar ramah anak, bahkan sebelum adanya undang-undang perlindungan anak yang ketat.
”Kami berupaya dan berikhtiar menjalankan pesan Bapak Kapolda. Di sini kami menjaga kekompakan agar tidak ada persaingan yang mengakibatkan kekerasan. Kita ingin menyelaraskan pendidikan Islam dengan kecerdasan dan keterampilan,” pungkas Ang Icep.
Kunjungan ini ditutup dengan pemberian bantuan untuk pembangunan Masjid Raya Darussalam serta santunan bagi puluhan anak yatim sebagai bagian dari agenda Jumat Berkah.














