“Jangan abaikan persoalan ini, karena krusial. Bahkan yang paling berbahaya adalah LGBT, yang tidak terlihat secara kasat mata. Ini sudah diingatkan dalam Al-Qur’an,” tambahnya.
Bupati Herdiat: Perlindungan Perempuan dan Anak Prioritas
Sementara itu, Bupati Ciamis, H. Herdiat Sunarya, dalam kesempatan yang sama menekankan bahwa silaturahmi ini merupakan salah satu bentuk antisipasi pemerintah terhadap maraknya kasus kekerasan seksual.
“Ini upaya kita bersama untuk melindungi perempuan dan anak. Banyak masukan yang muncul, termasuk usulan pembentukan perda khusus. Alhamdulillah, mudah-mudahan bermanfaat untuk masyarakat,” kata Bupati.
Ia juga mengajak masyarakat dan alim ulama bahu-membahu dalam upaya pencegahan.
“Pertama, tentu dengan meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Kedua, secara lahiriah, pencegahan harus masif dan terukur, karena pemerintah tidak bisa bekerja sendiri,” ujarnya.
Perlu Payung Hukum yang Kuat
Sementara itu, Kepala Kesekretariatan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Ciamis, Andi Ali Fikri, menilai perlindungan anak dan perempuan perlu diperkuat dengan regulasi.
“Ciamis sudah memiliki perda tentang HIV dan perda tentang anak. Sebagai pelengkap, sangat penting segera mewujudkan Perda Parenting sebagai payung hukum yang jelas,” tegasnya.
Harapan Ada Kelanjutan
Menutup wawancaranya, Ang Icep juga berharap kegiatan ini tidak berhenti pada forum seremonial semata.
“Saya sudah berbicara dengan para pemangku kepentingan termasuk Bupati. Insya Allah nanti akan ada kelanjutan yang lebih sederhana dan aplikatif dari forum ini,” pungkasnya.














