Meutya menjelaskan, implementasi PP Tunas membutuhkan partisipasi keluarga.
Karena itu, Tunasdigital.id hadir agar orang tua tidak lagi bingung menghadapi tantangan digitalisasi anak.
Tunasdigital.id Bekali Keluarga Indonesia
Sementara itu, Dirjen Komunikasi Publik dan Media Fifi Aleyda Yahya menyebut, gerakan ini bagian dari literasi digital nasional untuk membekali keluarga Indonesia.
“Anak perlu cerdas digital. Orang tua pun harus bijak mendampingi. Keduanya saling belajar agar tumbuh menjadi generasi yang aman dan beretika online,” ujar Fifi.
Peluncuran situs berlangsung meriah lewat kolaborasi Komunitas Kumpul Bareng Bunda FYP. Sebanyak dua ribu bunda hadir di Blok M Hub Jakarta.
Pada hari pertama, mereka mengikuti sesi “Curhat Bareng Bu Menteri” bersama Meutya Hafid yang dipandu kreator konten Agung Karmalogy.
Hari berikutnya, acara dilanjutkan dengan Komdigi Sharing Session bertajuk “Konten Positif, Anak Adaptif!” bersama Psikolog Anak Aninda dan Cerita Ibun.
Lewat interaksi langsung, Kemkomdigi ingin gerakan ini tak berhenti di acara, tapi berlanjut menjadi budaya digital di setiap rumah.
Dengan demikian, Tunasdigital.id bukan sekadar situs, melainkan gerakan nasional para bunda untuk menanamkan nilai literasi digital dan melindungi masa depan anak Indonesia.














