Menurutnya, pelatihan ini juga menjadi langkah sistematis Polri dalam membangun SDM yang unggul.
Penguatan karakter dilakukan melalui tiga pilar utama: spiritual, intelektual, dan kultural.
Irjen Anwar juga menyebut para peserta nantinya akan kembali menjadi pelatih di wilayah masing-masing.
Dengan begitu, nilai dan praktik “Polisi Sadar Berkarakter” dapat diterapkan secara lebih luas di seluruh daerah.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa penguatan karakter pelayanan publik harus menjadi komitmen bersama.
“Tujuannya adalah menciptakan Polri yang semakin responsif, berintegritas kuat, dan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat,” jelasnya.
Pelatihan TOT Polisi Sadar Berkarakter juga diharapkan memberi dampak nyata dalam pembenahan internal Polri.
Dengan dukungan berbagai pihak, Polri terus melanjutkan upaya peningkatan kualitas SDM sebagai fondasi utama pelayanan publik yang lebih baik.














