banner 720x220
News  

Terjepit Konflik Global dan Perjanjian ART 2026, GMNI Ciamis Desak Pemerintah Tinjau Ulang Kebijakan Ekonomi

Ketua GMNI Ciamis, M. Fadlan Fauzan (foto:istimewa)
Ketua GMNI Ciamis, M. Fadlan Fauzan (foto:istimewa)

CIAMIS,Kondusif.com,- Gelombang panas geopolitik di Timur Tengah kini tak lagi sekadar menjadi tontonan di layar kaca. Eskalasi konflik yang melibatkan Iran mulai mengirimkan sinyal bahaya ke jantung perekonomian Indonesia. Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Ciamis, M. Fadlan Fauzan, melontarkan peringatan keras: kedaulatan ekonomi nasional kini sedang dipertaruhkan di tengah jepitan konflik global dan komitmen perdagangan internasional.

​Ancaman dari Teluk: Energi yang Menghimpit

​Pemicu utama kekhawatiran ini adalah lonjakan harga minyak mentah dunia.

Sebagai negara net-importir minyak, Indonesia berada dalam posisi rentan.

Menurut Fadlan, kenaikan harga energi global bakal memicu efek domino yang menyesakkan napas rakyat kecil.

​”Kenaikan harga energi akan langsung mengerek biaya distribusi barang. Ujung-ujungnya, harga pangan dan kebutuhan pokok di pasar bakal ikut melambung,” ujar Fadlan pada Jumat, (10/4/2026).

Ia juga memprediksi periode April hingga Juni akan menjadi fase krusial di mana gangguan distribusi energi mulai terasa, mengancam daya beli masyarakat berpenghasilan rendah.

​Jerat Dokumen ART 2026

​Namun, ancaman bukan hanya datang dari moncong meriam di Timur Tengah.

Di balik meja diplomasi, dokumen US–Indonesia Agreement on Reciprocal Trade (ART) 2026 juga menjadi sorotan tajam GMNI.

Perjanjian dagang bilateral ini juga dinilai membawa konsekuensi strategis yang bisa “mengunci” ruang gerak kebijakan nasional.

​Dalam naskah perjanjian tersebut, Indonesia berkomitmen membuka pasar domestik lebih lebar dan mengurangi hambatan non-tarif.

Alhasil, Indonesia wajib mengimpor sejumlah komoditas strategis termasuk energi dan pangan dari Amerika Serikat dalam skala besar.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *