Mulailah Berinteraksi Lebih Awal: Jangan menunggu hari pertama puasa untuk membuka Al-Qur’an.
Cobalah baca satu atau dua halaman setiap hari mulai sekarang. Dengan begitu, transisi ibadah tidak akan terasa mengejutkan bagi mental Anda.
Audit Circle Pergaulan: Cari lingkungan yang juga antusias menyambut Ramadan. Percayalah, energi positif itu menular.
Jika lingkungan sekitar aktif membicarakan persiapan kebaikan, Anda pun akan ikut terpacu.
Fokus pada Satu Perubahan: Jangan ambisius ingin menjadi “malaikat” dalam semalam.
Pilihlah satu kebiasaan buruk yang ingin Anda pangkas secara aktif, misalnya mengurangi waktu scrolling media sosial yang tidak perlu, dan ganti dengan refleksi diri.
Fokus pada Hadiahnya
Pada akhirnya, tamu agung ini hanya singgah sebentar. Jika kita menyambutnya dengan keluhan, maka yang kita dapatkan hanyalah rasa lapar.
Namun, jika kita melapangkan dada dan aktif mempersiapkan ruang di hati, Ramadan akan meninggalkan “kado” berupa pribadi yang lebih tangguh dan tenang bahkan setelah ia pergi.
Jadi, sudah siapkah Anda membukakan pintu untuk tamu spesial ini?














