banner 720x220
News  

Targetkan Kemiskinan Turun ke 5 Persen, Bupati Ciamis Integrasikan Data P3KE

​Untuk mengatasi hal tersebut, Pemkab Ciamis kini mengandalkan Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE). Data ini mencakup berbagai aspek secara komprehensif, mulai dari sosial, ekonomi, hingga sektor pertanian.

​Memahami Indikator Kemiskinan Ekstrem

​Dalam kesempatan tersebut, Herdiat juga memaparkan kriteria masyarakat yang masuk dalam kategori kemiskinan ekstrem di wilayahnya. Ia menjelaskan secara terperinci bahwa pengukurannya terlihat dari tingkat pengeluaran harian warga.

​”Masyarakat masuk kategori ekstrem jika pengeluarannya kurang dari 400 ribu rupiah sebulan per orang. Artinya, jika dalam satu keluarga ada empat orang, belanja per harinya hanya sekitar 6.900 rupiah per orang atau kurang dari 14 ribu rupiah per keluarga,” jelasnya.

​Keputusan Tepat Berbasis Fakta

​Dengan angka kemiskinan umum Ciamis yang berada di angka 7,7 persen (berdasarkan data survei terbaru), Herdiat menginstruksikan jajarannya untuk memastikan bantuan benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan. Ia tidak ingin ada masyarakat yang berhak justru terlewat karena kesalahan administrasi.

​”Memutuskan kebijakan itu harus tepat, jangan sampai salah. Kita harus memastikan masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya melalui data yang sudah tervalidasi,” tegas Herdiat.

​Integrasi data P3KE ini diharapkan menjadi landasan kuat bagi seluruh program unggulan daerah, termasuk pembangunan Sekolah Rakyat yang ditujukan khusus bagi anak-anak dari keluarga dalam desil kemiskinan paling bawah.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *