Namun, para ahli dapat memetakan ancaman tersebut menggunakan metode survei geofisika seperti georadar, geolistrik, dan pemetaan gayaberat.
Mengenai genangan air di dalam lubang, Adrin mengingatkan warga agar tidak langsung mengonsumsinya.
Air tersebut harus melewati uji laboratorium untuk memastikan kandungan bakteri serta logam berat sesuai standar kesehatan pemerintah.
Selain itu, ia meminta warga mewaspadai hilangnya aliran air permukaan secara mendadak.
Hal ini menjadi indikasi kuat bahwa air masuk ke rongga bawah tanah yang berpotensi memicu keruntuhan bangunan di atasnya.
Sebagai solusi mitigasi, BRIN menyarankan teknik cement grouting untuk mengisi rongga batuan.
Petugas akan menyuntikkan material semen melalui lubang bor guna memperkuat struktur tanah dan mencegah terjadinya amblesan di pemukiman.
Terakhir, Adrin berharap pemerintah daerah menggunakan kajian geologi dalam perencanaan tata ruang.
Langkah preventif ini sangat penting untuk meminimalkan risiko bencana dan melindungi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan karst.














